Permintaan Melebihi Persediaan untuk Green Data Centers

Tahukah Anda mengganti server lama dengan desain yang lebih green dapat menghemat hingga 1 ton emisi karbon? Data Center membutuhkan daya, pendinginan, dan ruang yang besar untuk beroperasi. Permintaan data yang semakin meningkat berarti cetakan karbon mereka terus bertambah.

Penggerak utama seperti Peraturan No. 82 di Indonesia dan perusahaan yang menanyakan pemasok mereka tentang jejak karbon mereka mendorong permintaan untuk data center ramah lingkungan di Asia Pasifik. Permintaan sekarang melebihi Persediaan karena sektor IT yang booming.

Tren yang muncul ini membuat perusahaan terbesar di dunia pindah ke green data center:

  • Apple’s data center di North Carolina menggabungkan dua pertanian surya seluas 100 acre dengan generator listrik sel bahan bakar ganda menggunakan bio-gas dari tempat pembuangan sampah terdekat.
  • Amazon sendang membangun lading angin di Ohio yang akan menghasilkan tenaga angin yang dihasilkan 820,000 megawatt jam untuk plug ke jaringan Ohio. Ini akan memberi makan data center dan distribusinya.
  • Facebook telah membangun data center di pembangkit listrik tenaga air di Swedia utara sehingga menghasilkan 100% dari kekuatannya.

Pemasok data center seperti Polymer Connected membangun fasilitas yang mengoptimalkan kinerja energi dan mengurangi dampak lingkungan. Mereka menggunakan pendingin udara alami, bahan bangunan beremisi rendah, daur ulang limbah, dan gas alam dalam desain mereka.

Dengan pemerintah mendorong perusahaan untuk bertindak sustainable melalui undang-undang berarti permintaan melebihi Persediaan. Mulailah meneliti green data centers sekarang untuk memastikan perusahaan Anda ada di depan antrian!

Leave a comment